Musik bukan hanya suara. Itu sebuah mekanisme.
Di akhir era Barok, komposer dan ahli teori beroperasi di bawah aturan ketat yang dikenal sebagai doktrin kasih sayang. Premisnya jelas: perangkat musik tertentu dapat memicu respons emosional yang tidak disengaja pada pendengarnya. Jika seorang komposer mengikuti prosedur yang benar, mereka bisa memaksa penontonnya merasakan suka, duka, atau amarah.
Ini bukanlah inspirasi yang lepas. Itu adalah rekayasa.
Mekanisme Suasana Hati
Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana beberapa nada dapat menghasilkan perasaan tertentu. Jawabannya terletak pada kategorisasi yang kaku.
Para ahli teori abad ke-17 dan ke-18 mengkatalogkan hubungan-hubungan ini dengan ketepatan ensiklopedik. Athanasius Kircher dan Andreas Werckmeister meletakkan dasar. Namun Johann Mattheson melangkah lebih jauh.
Dalam bukunya tahun 1739 Der vollkommene Capellmeister, Mattheson memetakan aturannya:
- Kegembiraan datang dari interval yang besar.
- Kesedihan menggunakan interval kecil.
- Fury membutuhkan harmoni kasar yang dipadukan dengan melodi cepat.
- Kekerasan kepala muncul dari melodi kontrapuntal yang sangat independen.
Carl Philipp Emanuel Bach dan aliran Mannheim menerapkan teori-teori ini. Mereka tidak hanya menulis musik. Mereka mengerahkan pemicu emosional.
Mengapa Ini Penting Saat Ini
Gagasan bahwa musik mengendalikan emosi bukanlah hal baru. Para ahli teori Yunani kuno menyebutnya doktrin etos. Kaum Romantis abad kesembilan belas menjadikannya pusat seni mereka. Tradisi raga India menggunakan kerangka serupa untuk konteks non-Barat.
Namun periode Barok merupakan periode yang unik. Dipengaruhi oleh dorongan Pencerahan untuk mengatur semua pengetahuan, para ahli teori mencoba mengelompokkan musik ke dalam kategori afektif yang berbeda.
Mereka menginginkan perasaan yang dapat diprediksi.
Apakah itu membuat musiknya menjadi kurang autentik? Mungkin. Tapi itu membuatnya menarik.
Kami masih merasakan emosi itu sampai sekarang. Mekanismenya mungkin tidak terlihat saat ini, namun efeknya tetap ada.
Doktrin kasih sayang mengingatkan kita bahwa musik selalu lebih dari sekedar keindahan. Ini tentang kontrol. Dan tanggapan.
Dan jika Anda mendengarkan cukup dekat, Anda dapat mendengar kabelnya.
























