Penelitian Mikroplastik Dalam Pengawasan: Kisah Perhatian untuk Sains dan Kebijakan

4

Temuan terbaru yang mempertanyakan keakuratan sejumlah penelitian mengenai tingkat mikroplastik dalam tubuh manusia menyoroti ketegangan kritis antara ketelitian ilmiah dan konsekuensi di dunia nyata. Meskipun koreksi diri merupakan hal yang melekat dalam proses ilmiah, skala kesalahan metodologis – dengan beberapa perkiraan menunjukkan hingga setengah dari makalah yang berdampak besar di lapangan mungkin terpengaruh – menunjukkan adanya masalah sistemik yang memerlukan perhatian segera. Masalah intinya terletak pada pengukuran mikro dan nanoplastik, khususnya mengenai penerapan dan interpretasi teknik yang benar seperti kromatografi gas pirolisis-spektrometri massa.

Masalah Angka Plastik

Meskipun ada keraguan mengenai jumlah pastinya, bukti kuat dari metode lain, seperti mikroskop elektron, masih mengkonfirmasi keberadaan mikroplastik di organ tubuh manusia. Kontroversinya bukan mengenai apakah plastik ada di dalam tubuh kita, namun seberapa banyak, dan ketidakpastian ini dieksploitasi dalam iklim menurunnya kepercayaan terhadap ilmu pengetahuan.

Bidang ini sendiri masih muda dan praktik terbaiknya masih terus berkembang. Banyak penelitian yang dilakukan oleh peneliti medis yang tidak memiliki keahlian kimia spesifik, yang mungkin menjelaskan beberapa kesalahan tersebut. Namun, masih ada persepsi masyarakat bahwa klaim yang luar biasa (plastik di dalam organ tubuh) memerlukan bukti yang luar biasa, dan keraguan apa pun akan membesar di media dan aktor politik.

Konsekuensi Politik dari Keraguan Ilmiah

Waktunya sangat penting: kepercayaan terhadap ilmu pengetahuan sedang diserang di berbagai bidang, termasuk perubahan iklim dan vaksinasi. Kontroversi ini memberikan amunisi bagi mereka yang berupaya mendiskreditkan temuan ilmiah demi keuntungan politik atau ekonomi. Industri plastik, yang terkait erat dengan bahan bakar fosil, mempunyai kepentingan untuk meremehkan tingkat keparahan polusi plastik dan menerapkan taktik lobi serupa.

Apa Selanjutnya?

Para ilmuwan mengharapkan adanya konsensus yang lebih jelas mengenai jumlah plastik dalam beberapa tahun ke depan, namun kerusakannya mungkin sudah terjadi. Kejadian ini kemungkinan besar akan dikutip oleh pelaku kejahatan untuk mendiskreditkan penelitian di masa depan, terlepas dari validitasnya. Untuk mencegah eksploitasi seperti itu, tinjauan sejawat yang lebih luas dan protokol pengukuran yang terstandarisasi sangat penting sebelum hasilnya dipublikasikan atau dilaporkan.

Pelajaran yang bisa diambil jelas: ketelitian ilmiah bukan hanya tentang mendapatkan jawaban yang benar, namun tentang mengantisipasi bagaimana kesalahan dapat dijadikan senjata di dunia di mana kebenaran semakin diperebutkan.

Situasi ini menggarisbawahi betapa integritas ilmiah harus dipertahankan tidak hanya di dalam laboratorium, namun juga di ruang publik.