Roket Artemis 2 dan SpaceX Crew-12 Bersiap untuk Peluncuran

15

Dua misi luar angkasa besar sedang berkumpul di Kennedy Space Center di Florida: Crew-12 milik SpaceX, menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), dan Artemis 2 milik NASA, bersiap untuk terbang melintasi bulan yang bersejarah. Sebuah foto NASA baru-baru ini menangkap kedua pesawat ruang angkasa secara berdampingan, menggarisbawahi momen penting dalam program penerbangan luar angkasa manusia secara bersamaan.

SpaceX Crew-12: Mengisi Ulang Kru ISS

Pada tanggal 13 Februari, pesawat ruang angkasa Crew-12 Dragon milik SpaceX, yang dijuluki “Freedom”, diluncurkan di atas roket Falcon 9, membawa empat astronot ke ISS. Para kru – Jessica Meir dan Jack Hathaway dari NASA, astronot ESA Sophie Adenot, dan kosmonot Roscosmos Andrey Fedyaev – akan menghabiskan delapan bulan di pos orbit terdepan. Kedatangan mereka sangat penting karena ISS telah beroperasi dengan jumlah awak yang berkurang sejak Crew-11 dievakuasi secara medis pada 15 Januari karena masalah kesehatan yang dirahasiakan.

Sementara itu, ISS hanya dikelola oleh tiga astronot, sehingga menyoroti perlunya tim penuh untuk mengoperasikan stasiun tersebut secara efektif. Misi Crew-12 memastikan kesinambungan penelitian, pemeliharaan, dan kolaborasi internasional di ISS.

Artemis 2: Misi Bulan yang Tertunda tapi Pasti

Di belakang roket SpaceX tampak roket besar Artemis 2 Space Launch System (SLS) dan pesawat ruang angkasa Orion, siap untuk misi sepuluh hari ke sisi jauh bulan. Peluncuran telah ditunda hingga setidaknya awal Maret setelah kebocoran bahan bakar hidrogen terdeteksi selama latihan basah pada tanggal 3 Februari.

Penundaan ini, meskipun membuat frustrasi, adalah bagian standar dari pengembangan roket, yang memungkinkan para insinyur untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah kritis sebelum astronot berada dalam bahaya. Roket Artemis 2, dengan daya dorong 8,8 juta pon yang belum pernah terjadi sebelumnya, akan membawa astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronot Kanada Jeremy Hansen dalam misi berawak pertama di luar orbit rendah Bumi sejak Apollo.

Pentingnya Misi Serentak

Lokasi roket-roket ini menunjukkan peningkatan laju eksplorasi ruang angkasa. Kombinasi kemitraan komersial seperti SpaceX dan program pemerintah seperti Artemis menunjukkan pergeseran menuju misi manusia yang lebih sering dan beragam. Misi Artemis 2, jika berhasil, akan membuka jalan bagi pendaratan di bulan di masa depan dan kemungkinan misi berawak ke Mars.

Keberhasilan peluncuran Crew-12 dan Artemis 2 sangat penting untuk mempertahankan kehadiran manusia di luar angkasa dan memajukan penemuan ilmiah. Fakta bahwa misi-misi ini dilakukan secara bersamaan menandakan era baru eksplorasi ruang angkasa yang berkelanjutan.