Ancaman Tersembunyi Gunung Rainier: Semburan Lumpur yang Mematikan, Bukan Hanya Lava

20

Bahaya paling signifikan yang ditimbulkan oleh Gunung Rainier di Washington bukanlah letusan gunung berapi itu sendiri, namun lahar – semburan lumpur yang sangat padat seperti beton yang dapat menyebar sejauh 60 mil. Campuran puing-puing vulkanik, air, dan batu ini telah menuruni lereng curam gunung tersebut setidaknya sembilan kali dalam beberapa ribu tahun terakhir.

Semburan Lumpur Elektron: Bencana Sejarah

Lahar terbesar dalam milenium terakhir, yang dikenal sebagai Semburan Lumpur Elektron, mengubur lanskap dalam lumpur setinggi 20 kaki di dekat kota Electron. Para ilmuwan telah lama mencari tanggal pasti terjadinya peristiwa ini, karena penentuan waktu tersebut dapat membantu memprediksi ledakan di masa depan.

Perkiraan sebelumnya menyebutkan Semburan Lumpur Elektron sekitar 500 tahun yang lalu, namun dengan margin kesalahan hingga dua abad. Ketidakpastian ini menghambat upaya untuk menghubungkannya dengan peristiwa geologi atau sejarah lainnya.

Cincin Pohon Mengungkapkan Kebenaran

Sebuah studi baru yang diterbitkan di Geology menunjukkan bahwa penentuan waktu yang tepat untuk Aliran Lumpur Elektron kini dimungkinkan. Para ahli geosains menganalisis pohon-pohon yang terkubur oleh lahar, menggunakan dendrokronologi – ilmu yang mempelajari lingkaran pohon.

Pohon-pohon yang mati akibat lahar masih mempertahankan cincin pertumbuhan terakhirnya, mencatat tahun atau bahkan musim terjadinya peristiwa tersebut. Menurut Bryan Black, ilmuwan lingkaran pohon di Universitas Arizona, “Pohon tidak dapat bertahan lama” dalam kondisi seperti itu.

Jangkauan Kehancuran

Semburan Lumpur Elektron meluas hingga 35 mil dari gunung, mencapai Orting saat ini. Studi ini menegaskan bahwa peristiwa bencana ini bukan sekadar kenangan geologis belaka; ini merupakan bahaya yang berulang bagi masyarakat di lembah Sungai Puyallup.

Memahami waktu terjadinya lahar di masa lalu sangat penting untuk penilaian risiko modern. Dengan mengetahui dengan tepat kapan peristiwa ini terjadi, para ilmuwan dapat mengantisipasi semburan lumpur di masa depan dengan lebih baik dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana bagi jutaan orang yang hidup di bawah bayang-bayang Gunung Rainier.