Jawabannya mungkin mengejutkan Anda: tidak, setidaknya tidak seluruhnya. Namun kebingungan ini dapat dimengerti. Neanderthal, kerabat terdekat manusia yang telah punah, menjelajahi Eurasia hingga punah sekitar 30.000 tahun yang lalu. Mereka pendek, kekar, dan dibuat untuk menghadapi dinginnya Zaman Es. Sebagian besar dari mereka hidup sampai usia sekitar 30.000 tahun, dibesarkan dalam kelompok keluarga, merawat mereka yang sakit dan lanjut usia, dan kemungkinan besar dapat berbicara dalam beberapa bahasa.
Lalu ada “Batu Flint”. Acara ini memulai debutnya di televisi Amerika pada tanggal 30 September 1960, menjadi sitkom animasi paling bertahan lama di jam tayang utama sampai “The Simpsons” mengambil alih posisi teratas. Ini menggambarkan masyarakat prasejarah di mana manusia dan dinosaurus hidup berdampingan secara harmonis. Pemerannya termasuk Fred dan Wilma Flintstone, tetangga mereka Barney dan Betty Rubble, anak-anak mereka Pebbles dan Bamm-Bamm, dan Dino, dinosaurus peliharaan dengan ciri khas mirip anjing.
Jadi, bagaimana kita memisahkan fakta dari fiksi? Apakah kartun tersebut secara akurat menggambarkan kehidupan Neanderthal?
Koneksi tambang dan petunjuk cuaca dingin
Kaitan potensial pertama adalah pekerjaan. Fred Flintstone bekerja di sebuah tambang. Neanderthal pertama kali ditemukan pada tahun 1856 oleh sekelompok penambang di Lembah Neander dekat Dusseldorf, Jerman. Rasanya seperti serangan langsung, tapi kemungkinan besar hanya kebetulan.
Bagaimana dengan lingkungan? Neanderthal berkembang pesat di Zaman Es. Apakah “The Flintstones” menampilkan salju? Ya. Di musim ketiga, episode enam, berjudul “Salju Masuk ke Mata Anda”, Fred dan Barney mengunjungi resor ski untuk retret penginapan. Animasi ini menampilkan olahraga salju dan musim dingin. Namun, ini tidak membuktikan bahwa karakter tersebut adalah Neanderthal. Manusia modern bermain ski. Kehadiran cuaca dingin dalam kartun tidak serta merta menyebut penghuninya sebagai spesies yang punah 30.000 tahun lalu.
Mengapa Fred dan Wilma bukan Neanderthal
Bukti yang menentukan datang dari sumber materi di luar acara TV: adaptasi DC Comics.
Dalam edisi pertama buku komik “The Flintstones”, Fred diperintahkan oleh bosnya yang jahat dan serakah, Tuan Slate, untuk mengelabui Neanderthal setempat agar bekerja di tambangnya. Rencana tersebut bergantung pada kurangnya masyarakat Neanderthal yang memahami uang. Mereka setuju untuk bekerja selama sehari, menerima bayarannya, dan kemudian membenci pekerjaan itu. Mereka memilih untuk mengejar kebahagiaan mereka sendiri.
Adegan ini menetapkan hierarki dan perbedaan yang jelas. Neanderthal dalam pengetahuan ini terpisah dari penghuni Batuan Dasar. Faktanya, komik tersebut menunjukkan bahwa Neanderthal lebih pintar daripada “kapitalis Cro-Magnon” di Bedrock, dan mengakui sifat eksploitatif dari sistem upah.
Fakta penting tentang Neanderthal vs. Batuan Dasar
- Penemuan: Neanderthal ditemukan oleh penambang pada tahun 1856 di Jerman.
- Ciri fisik: Pendek dan kekar, beradaptasi dengan iklim dingin.
- Struktur sosial: Kelompok keluarga yang peduli terhadap kelompok rentan.
- Kepunahan: Mereka punah sekitar 30.000 tahun yang lalu.
- Penghuni batuan dasar: Hidup berdampingan dengan Neanderthal di buku komik; kemungkinan besar manusia modern (Homo sapiens) mengingat kompleksitas teknologi dan sosialnya.
Pertanyaan apakah Fred dan Wilma adalah Neanderthal diselesaikan berdasarkan kanon. Sebenarnya tidak. Mereka bertetangga, mungkin majikan, tapi jelas bukan spesies yang sama. Kartun tersebut memadukan era dan spesies untuk efek komedi, menciptakan dunia prasejarah yang tidak pernah ada.
Apakah itu sebuah kesalahan? Mungkin. Namun hal ini juga menyoroti seberapa besar kita memproyeksikan masa lalu. Kita membayangkan nenek moyang kita sebagai kita, hanya dengan alat yang berbeda. Kenyataannya lebih aneh dan lebih tragis. Neanderthal tidak tinggal di Batuan Dasar. Mereka hidup dalam cuaca dingin, membesarkan keluarga, dan menghilang. Keluarga Flintstone baru saja membangun rumah berdasarkan ingatan mereka.




























