John Robert Schrieffer tidak hanya mempelajari bagaimana benda menghantarkan listrik. Dia menemukan bagaimana listrik bisa mengalir tanpa kehilangan energi. Kedengarannya seperti sihir, tapi itulah fisika. Hal ini membuatnya mendapatkan Hadiah Nobel.
Schrieffer lahir di Oak Park, Illinois pada tahun 1931 dan menjadi salah satu pemikir terpenting dalam fisika benda terkondensasi. Dia meninggal pada 27 Juli 2019 di Tallahassee, Florida. Namun prestasinya melampaui apa yang ada di buku teks. Ini adalah mesin yang memungkinkan pemindaian MRI. Hal itu terlihat pada kereta maglev yang meluncur melintasi rel. Ini adalah masa depan web.
Teori BCS dan misteri superkonduktivitas
Terobosan terjadi ketika Schrieffer masih menjadi mahasiswa pascasarjana. Dia bekerja di bawah pengawasan John Bardeen di Universitas Illinois di Urbana-Champaign. Mereka mencoba memecahkan teka-teki yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Mengapa beberapa logam kehilangan resistensi ketika didinginkan hingga mendekati nol mutlak?
Tidaklah cukup hal itu terjadi. Para ilmuwan perlu mengetahui “bagaimana”.
Schriefer, Bardeen, dan Leon N. Cooper mengajukan apa yang sekarang disebut teori BCS. Nama ini diambil dari inisial mereka. Teori ini, yang diterbitkan pada tahun 1957, adalah teori superkonduktivitas mikroskopis pertama. Biasanya dijelaskan bahwa elektron yang saling tolak menolak membentuk pasangan. “Pasangan Cooper” ini memungkinkan atom melewati kisi logam tanpa bertabrakan. Tidak ada kejanggalan. Tidak ada gesekan. Tidak ada perlawanan.
Ini bukan hanya matematika abstrak. Ini adalah penulisan ulang lengkap tentang bagaimana kita memahami perilaku elektron dalam benda padat. Kontribusi Schrieffer adalah perekat matematis yang menyatukan teori tersebut. Dia mengambil gagasan Cooper tentang pasangan elektron dan pandangan Bardeen tentang getaran kisi dan menjalinnya menjadi satu kesatuan yang koheren.
Kehidupan pelajar
Karir Schrieffer tumbuh secepat elektron yang dipelajarinya. Setelah menerima gelar Ph.D., ia lulus dari Universitas Illinois pada tahun 1957 dan kemudian mengajar di Universitas Chicago. Lalu saya kembali ke Illinois. Dia kemudian kuliah di Universitas Pennsylvania di Philadelphia.
Pada tahun 1964, ia diangkat sebagai Profesor Fisika Mary Amanda Wood di Universitas Pennsylvania. Pada tahun yang sama, ia menerbitkan “Teori Suprakonduktivitas”. Buku ini telah menjadi sumber standar bagi para fisikawan di seluruh dunia. Ini bukan sekadar ringkasan karya-karya pemenang Hadiah Nobel. Ini adalah panduan bagi peneliti generasi baru.
Dia melanjutkan lagi. Dari tahun 1969 hingga 1975, dia adalah Profesor Terhormat Andrew D. White di Universitas Cornell. Dia kemudian bekerja di Universitas California, Santa Barbara, di mana dia menjadi profesor fisika dari tahun 1980 hingga 1991. Dia akhirnya menetap di Florida State University pada tahun 1992.
Sepanjang karirnya, Schrieffer fokus pada superkonduktivitas. Dia mempelajari superkonduktor suhu tinggi. Dia mencari cara untuk membuat fenomena ini lebih realistis. Dia ingin keluar dari lab dan masuk ke dunia nyata.
Hadiah Nobel dan harga ketenaran
Pada tahun 1972, Schrieffer, Bardeen dan Cooper menerima Hadiah Nobel Fisika. Ini adalah momen bersejarah.




























